Showing posts with label hinata. Show all posts
Showing posts with label hinata. Show all posts

Hyuga Hinata Profile



Hyuga Hinata adalah seorang Kunoichi dari team 8 yang berasal dari klan Hyuga juga merupakan adik sepupu Neji. Sifatnya pemalu dan lembut, sehingga membuatnya dianggap lemah. Hinata dianggap lemah oleh ayahnya pada part I, namun setelah ia berlatih bersama team 8, ia menjadi semakin kuat. Hinata sangat mencintai Naruto, juga sebagai salah satu dari sedikit perempuan yang tidak mencintai Sasuke.

PENAMPILAN
Hinataberpenampilan cantik dan anggun, sesuai dengan sifartnya yang lembut dan pemalu. Pada part II, ia memanjangkan rambutnya, dan menggunakan jaket ungu. Ia mengenakan lambang Konoha pada lehernya.

KEMAMPUAN 
Hinata memegang kemampuan khusus dari klan Hyuga, yaitu Jyuken. Sebenarnya Hinata tidak memiliki bakat khusus Hyuga seperti halnya Neji ataupun ayahnya. Namun, ia mampu menciptakan jurus-jurus sendiri. Seperti Shugohakke Rokujūyon Shō yang cukup mematikan. Ia juga dapat menggunakan jurus-jurus Hyuga seperti 64 pukulan suci dan Juho Shosiken untuk melindungi Naruto.

elain jurus-jurus penyerang, indra pelacak Hinata juga sangatlah tajam terutama karena ia memiliki Byakugan dari klan Hyuga. Dengan byakugan, ia mampu menyerang dengan sangat akurat serta menembus labirin crystal Guren yang seharusnya memantulkan cahaya. Hinata juga memiliki penglihatan Byakugan terjauh, yaitu 10 Kilometer. Hinata dan team 8 pun dijuluki team pelacak terbaik.

Hinata pada akhirnya mengakui cintanya pada Naruto, saat melindungi Naruto dari Pain. Hinata lalu berusaha melepaskan jarum hitam Pain dari tubuh Naruto, dan menyerang Pain dengan Juho Shosiken. Beruntung, serangannya terkena 1 pukulan pada pipi Pain, meskipun akhirnya Hinata kalah.

Hinata masuk dalam team petarung jarak dekat, dipimpin oleh Kitsuchi, ayah Kurotsuchi. 

Read More ->>

Naruto and Hinata in Summer



Pemuda berambut blonde itu nyengir sambil menatap layar ponselnya.  Sesekali mata safirnya bergerak-gerak untuk membaca pesan singkat dari seorang gadis yang menarik perhatiannya.  Salah seorang classmate-nya yang manis dan disenangi banyak orang, termasuk Shikamaru dan Neji yang diam-diam menyukainya.
Naruto sekarang tengah menahan tawanya saat membaca balasan pesan singkat Hinata, si gadis berambut indigo itu.  sambil terkekeh geli, Naruto membalas pesan gadis itu dan kembali menatap langit-langit kamarnya dengan cengiran lebarnya.
Bahkan Konohamaru (adik Naruto) yang melihatnya saja sampai menganggapnya gila.  Mungkin cuaca akhir-akhir ini yang panas membuat otak kakaknya miring sembilan puluh derajat dari seharusnya.  Apakah ia harus memukulkan tongkat bisbolnya untuk menyadarkan kakaknya.  Konohamaru pun berbalik, menuju kamar Kyuubi (Kakak mereka) untuk meminta solusi yang bagus.
Romance
Hinata menghempaskan tubuhnya di bangku depanku.  Dan Naruto yang duduk dibelakangku mulai beraksi.  Sinar matahari yang terik membuatku mengibas-ngibaskan kertas yang ku sobek dari buku untuk memberikan angin segar.
Hinata, bagaimana?”
Hinata mendelik ke arah Naruto sambil menahan senyum saat mengingat pesan singkat mereka.  “Apanya yang bagaimana?”
“Kau akan kembali dengan Kankurou?”
“Diam!” balas Hinata, tiba-tiba wajahnya berubah menjadi merah.  Mungkin, itu karena suhu udara yang sedang naik.
“Aaaaa….” Naruto menyeringai.  “Kau tahu Hinata… Kankurou masih menyukaimu.”
“Naruto, diamlah!” pinta Hinata.
Aku yang duduk di antara mereka hanya terkikik pelan.
“Ah!” Naruto menatapku menyeringai lagi.  “Kau juga mantan pacar  Kankurou kaaaan?” Naruto balik menggodaku sambil menunjuk-nunjukku dengan telunjuknya.
“Apa?” wajahku tiba-tiba memerah.
“Naruto diamlah!” sergah Hinata.  “Aku tahu kau juga masih menyukai Sakura, kan?”
“Nah, benar.” Aku ber-high five dengan Hinata.
“Dua lawan satu.” Balas Hinata.
“Waaah, mantan pacar Kankurou kompak sekali.” Komentar Naruto.
“DIAM!” Kami membentaknya.  Dan kemudian kami tertawa bersama-sama.
 *Romance*
“Hinata.” Panggil Naruto dengan wajah yang terlihat bingung.
“Ya?”
“Ada yang ingin ku bicarakan.” Naruto mengambil alih bangkuku yang kosong.
“Apa itu?” Hinata membalikkan kursinya agar menghadap Naruto.
Naruto berdeham sejenak dan memulai, “Tadi, aku dan Sakura mengobrol sebentar.”
Ah, Sakura.  Ia mantan pacar Naruto yang putus tiga tahun lalu, saat mereka kelas tiga SMP.
“Ya, lalu?”
“Dia bermimpi tentang kita.”
“Apa?” Hinata meminta Naruto untuk mengulang kata-katanya.
Mengabaikan itu, Naruto melanjutkan, “Sakura bermimpi, kau mempertemukan kami berdua, aku dan Sakura.”
Hinata menatap Naruto heran.  “Mimpi?”
“Ya, aneh bukan?” Naruto tertawa hambar.
“Um… ya, bahkan aku jarang sekali berbicara dengan Sakura.  Akrab saja tidak.” Komentar Hinata.  “Tapi, kenapa ada aku?”
“Ya.  Hanya mimpi.  Hehehe…”
Romance
“Sonfess…”
“Confess.” Koreksi Hinata.
“Hinata, kau perhatian sekali padaku.” Naruto menggoda gadis itu.
“A… apa-apaan sih kau?” wajah Hinata memerah.  “Aku kan hanya mengoreksi bacaanmu.”
“Ah, mengakulah bahwa kau diam-diam memperhatikanku.”
“Tidak.” Wajah Hinata tambah merah.  Sinar matahari menyinarinya, sehingga wajahnya yang sudah merah semakin memerah seperti kepiting rebus.
“Ahahaha… kau menyukaiku kan?  Ayo mengaku….”
“Tidak!” Hinata berbalik, menjauh dari Naruto sambil menutup telinganya yang juga ikut memerah.
Naruto tertawa geli melihat reaksi Hinata atas candaannya.
Aku yang duduk tak jauh dari mereka tersenyum lemah.  “Suatu hari nanti, pasti ada sesuatu yang terjadi pada mereka.”
“Aku setuju sekali.” Tanggap Temari sambil menyeringai.  Ia mengipas-ngipasi dirinya lagi.  Oooh… musim panas yang menyenangkan.
Read More ->>